Pengertian Eksternalitas Menurut Para Ahli
Pengertian Eksternalitas Menurut Para Ahli
Berbagai ahli dan pakar ekonomi berpendapat
mengemukakan teorinya tentang pengertian eksternalitas antara lain sebagai berikut:
1. Teori kesejahteraan ekonomi
Teori kesejahteraan ekonomi adalah cabang
ilmu ekonomi yang menggunakan teknik ekonomi mikro untuk mengevaluasi
kesejahteraan ekonomi, terutama relatif terhadap keseimbangan umum kompetitif
dalam ekonomi untuk efisiensi ekonomi dan distribusi pendapatan yang dihasilkan
yang terkait dengannya. Menganalisis kesejahteraan sosial, secara terukur,
dalam hal kegiatan ekonomi dari individu yang terdiri dari masyarakat teoritis
yang dipertimbangkan.
Baca juga : Makalah Eksternalitas dan faktor penyebab eksternalitas
Dengan demikian, individu, dengan kegiatan
ekonomi yang terkait, merupakan unit dasar penggabungan untuk kesejahteraan
sosial, apakah kelompok, komunitas, atau masyarakat, dan tidaklah ada
“kesejahteraan sosial” yang terpisah dari “kesejahteraan” yang berhubungan
dengan unit-unit individu.
Kesejahteraan ekonomi biasanya memerlukan
preferensi individu seperti yang diberikan dan menetapkan peningkatan
kesejahteraan dalam hal efisiensi dari keadaan sosial A ke keadaan
sosial B jika setidaknya satu orang lebih menyukai B dan tak ada orang lain
yang menentangnya.
Tidak ada persyaratan ukuran kuantitatif yang unik dari
peningkatan kesejahteraan yang tersirat dengan hal ini. Aspek lain dari
kesejahteraan memperlakukan pendapatan / distribusi barang, termasuk
kesetaraan, sebagai dimensi kesejahteraan lebih lanjut.
2. Menurut Baumol (1978) pengertian
eksternalitas adalah efek yang timbul dari suatu kegiatan yang tidak
dikompensasi ataupun diapreasiasi. Jadi eksternalitas bisa bersifat tidak terduga dan pasti ada karena efek dari kegiatan yang dilakukan.
3. Menurut Kolm (197) seperti dikutip oleh
Simarmata (1994) mengatakan bahwa definisi eksternalitas adalah sebagai
dampak dari keputusan seseorang pada orang lain tanpa melibatkan penerima
dampak dalam proses pembuatan keputusan tersebut. Dengan kata lain
eksternalitas adalah dampak negatif atau positif yang tidak memiliki harga
dimana baik penghasil maupun penerimanya tidak merasa memilikinya. Dengan
demikian, eksternalitas baik positif maupun negatif tidak dapat
diperjual belikan karena tidak adanya harga dan property rights.
4. Pendapat Meade (1973) menjelaskan pengertian
eksternalitas secara lebih luas dari definisi-definisi di atas. Ekonomi
eksternal (diseconomy) adalah kegiatan yang menimbulkan manfaat atau kerugian
secara nyata pada seseorang atau beberapa orang, dimana penerima dari manfaat
atau kerugian tersebut tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang
memungkinkan kegiatan tersebut dapat terjadi. Dalam makalah dan artikel yang lain pun telah di jelaskan soal eksternalitas ini secara luas.
5. Fauzi (2004) menjelaskan definisi eksternalitas sebagai
dampak kegiatan produksi atau konsumsi dari satu pihak mempengaruhi utilitas
pihak lain secara tidak diinginkan. Dampak ini tidak hanya terkait dengan
pengelolaan sumberdaya alam. Musik yang terlalu keras, asap rokok yang terhisap
dari orang lain, parfum yang tercium baik yang berbau sedap ataupun sebaliknya, asap dari cerobong pabrik, ini semua merupakan contoh-contoh dari eksternalitas yang ditemukan pada kegiatan
sehari-hari.
6. Pendapat
oleh Rosen (1988) menyatakan bahwa eksternalitas terjadi ketika aktivitas suatu
satu kesatuan mempengaruhi kesejahteraan kesatuan yang lain yang terjadi di
luar mekanisme pasar (non market mechanism). Tidak seperti pengaruh yang
ditransmisikan melalui mekanisme harga pasar, eksternalitas dapat mempengaruhi
efisiensi ekonomi. Dalam hal ini eksternalitas merupakan konsekuensi dari
ketidak mampuan seseorang untuk membuat suatu property right.
7. Hyman (1999) menyatakan bahwa pengertian eksternalitas
merupakan biaya atau manfaat dari transaksi pasar yang tidak
direfleksikan dalam harga. Ketika terjadi eksternalitas, maka pihak ketiga
selain pembeli dan penjual suatu barang dipengaruhi oleh produksi dan
konsumsinya. Biaya atau manfaat dari pihak ketiga tersebut tidak
dipertimbangkan baik oleh pembeli maupun penjual suatu barang yang berproduksi
atau yang menggunakan produk sehingga menghasilkan eksternalitas. Lebih jauh
Hyman menyatakan bahwa harga pasar yang terjadi tidak secara akurat
menggambarkan baik marginal social cost (MSC) maupun marginal socila
benefit (MSB).
8. Meade (Corner dan Sandler, 1993) menjelaskan pengertian eksternalitas ekonomi (disekonomi) sebagai suatu per istiwa yang memberi
keuntungan cukup besar atau memberikan kerugian cukup besar pada beberapa
orang yang tidak ikut secara penuh dalam pengambilan keputusan.
Dalam
pendapat tersebut tidak secara spesifik mengenai kerangka institusi dalam
kaitannya dengan interaksi sosial yang terjadi. Oleh karena itu Arrow (Corner
dan Sandler,1993) mengartikan eksternalitas dalam suatu kerangka institusi yang
lebih khsus, yakni pasar kompetetif.
Demikian lah postingan kami tentang pengertian
dan teori eksternalitas menurut para ahli

Comments
Post a Comment